Pages

Monday, March 26, 2012

Semua Bisa jadi Pengusaha ::part 2

Dosa... iya Dosa yang kita punya sebisa mungkin terus berkurang dengan cara banyak bertaubat kepada Allah, kalau Dosa terhadap manusia, kita harus meminta maaf kepada yang bersangkutan agar dosanya bisa terhapuskan.

Ust YM juga sangat menganjurkan untuk mengedepankan Allah dalam setiap tindakan kita, yang beliau sering bilang dalam  perkataan " Allah dulu.... Allah lagi .... Allah terus.... " jadi setiap keputusan yg kita putuskan itu ada Allah di sana dan selalu konsisten berpegang hanya kepada Allah semata.

Niat kita menjadi pengusaha itu juga harus benar, seperti :
  1. Mencari ridho Allah, ga mungkin kan kalau niatnya seperti ini melakukan kegiatan bisnisnya tidak sesuai dengan tuntunan Allah ? 
  2. Agar Bisa menjadi orang yg banyak manfaatnya untuk orang lain, cakep kan niatnya ? tidak egois...
  3. Agar Bisa berinfak/ sedekah sebesar- besarnya, hmmm .... dahsyat ga tuh ...
  4. Agar bisa beribadah haji dan umroh bersama orang-orang yang kita sayangi dan cintai ...
  5. Agar bisa berdakwah dan berjihad khususnya jihad ekonomi
Nah... niat itu penting, karena segala amal perbuatan itu tergantung niatnya, makanya kita harus meniatkan yg lebih luhur lagi dari pada hanya mengharapkan Uang dan Laba, niat yg bisa kita konversikan menjadi amal kebaikan yang akan memberatkan timbangan kebaikan kita yg pada akhirnya kan memasukan kita kedalam SurgaNya... Amiiin..... ya Robbal 'alamin.....

cukup dulu yak.... :)




Tuesday, February 28, 2012

Semua Bisa jadi Pengusaha ::part 1

Ini judul materi yg disampaikan oleh Ust Yusuf Mansur pada acara Wisata Hati ANTV setiap hari senin - jumat pukul 05:00 - 05:30, sedikit resume dari saya yg sudah mengikuti sesi tsb yg tayangannya masih bersambung....

yuk kita mulai .... :)

Apa saja sih yg dibutuhkan orang untuk menjadi pengusaha ??? yup satu satunya yg termudah, terdekat  dan tidak pakai modal adalah " BERDO'A ", ya betul... berdo'a kepada yg Maha Kaya , Maha memiliki segalanya dan Maha- Maha yg lainnya. dimulai dari sinilah perjalanan kita di  mulai ... :)   eng ing eng .....

Gimana agar do'a kita dikabulkan oleh Allah SWT, kata ustadz yusuf yg pertama adalah siapa yg berdoa, kedua kapan kita berdoa dan dimana kita berdoa serta bagaimana kita berdoa... yuk kita jembrengin satu satu.
  1. Siapa yg berdoa : Sambil kita terus berdoa alangkah baiknya kita juga memperbaiki diri agar di cap Allah sebagai hambanya yg bertakwa karena dengan takwa ini doa kita bisa lebih mudah di ijabah oleh Nya, kemudian doa orang tua ke anak juga sangat di dengar Allah, oleh sebab itu banyak-banyaklah memohon didoakan oleh orang tua kita yg masih hidup terutama ibu kita.
  2. Kapan kita berdoa: waktu mustajab dalam berdoa diantaranya adalah pada waktu tahajud, 1/3 malam terakhir, waktu antara adzan dan iqomah, waktu kita sedang shoum (berpuasa) dll silahkan tanya ke ustadz di sekitar anda ... :)
  3. Dimana kita berdoa : beda dong kalau kita berdoa di rumah dan di mesjid, di masjidil haram, masjidil aqso, masjid nabawi, depan ka'bah, di roudhoh  dll silahkan lebih cerdas dalam mencari tempat berdoa ... :)
  4. Bagaimana kita berdoa : doa juga ada aturannya toh, kita aja mengajukan proposal ada proseduralnya apalagi berdoa, nah diantaranya adalah dibuka dengan bismillah, sholawat nabi , istighfar dan hamdalah kemudian content doanya dan kembali ditutup dengan sholawat, istighfar dan hamdallah... utk detailnya silahkan tanyakan ke ustadz terdekat anda.... :)
cukup ya untuk sharing pada kesempatan pertama, insyaallah kita sambung lagi ...

    Tuesday, February 14, 2012

    Amalan Pelancar Rezeki

    Oleh: H Imam Nur Suharno SPd MPdI

    Setiap orang pasti mendambakan rezeki yang halal, baik, berkah, dan melimpah. Tentu, dengan rezeki tersebut seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk mendapatkannya, selain dengan bekerja keras secara ikhlas, tuntas dan cerdas, seseorang harus mengetahui amalan-amalan apa saja yang dapat memperlancar turunnya rezeki.

    Di antara amalan-amalan tersebut adalah, pertama, memperbanyak istighfar dan bertaubat. “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh [71]: 10-12).

    Kedua, meningkatkan ketakwaan. “....Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS At-Thalaq [65]: 2-3).

    Ketiga, gemar menyambung tali silaturrahim. “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Keempat, gemar mendermakan harta. “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’[34]: 39).

    Kelima, membiasakan ibadah dengan benar. ”Sesungguhnya Allah berfirman, ”Wahai anak Adam, sibukkanlah untuk beribadah kepada-Ku, niscara akan Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu. Jika tidak kamu lakukan niscaya akan Aku penuhi pada kedua tanganmu kesibukan dan tidak Aku tutup kefakiranmu.” (HR Ahmad).

    Keenam, menunaikan ibadah haji dan umrah. ”Lakukanlah haji dan umrah, karena keduanya akan menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi, emas, dan perak.” (HR Ahmad).

    Ketujuh, hijrah di jalan Allah (fisabilillah). ”Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa’ [4]: 100).

    Kedelapan, tawakkal kepada Allah. ”Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

    Kesembilan, mendawamkan shalat Dhuha. “Barangsiapa shalat Dhuha enam rakaat, ia akan dicukupi kebutuhannya hari itu.” (HR Thabrani dan Abu Darda’).

    Kesepuluh, menafkahi penuntut ilmu. Anas bin Malik RA berkata, ”Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah SAW, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah SAW (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu). Maka Nabi SAW bersabda, ”Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (HR Tirmidzi). Wallahu a’lam.

    Penulis adalah sahabat Republika Online